Cintaku yang masih menunggu
Biarlah kupeluk cintamu sampai pagi
menanti
Hari ini matahari bersinar dengan
hangatnya
Menghangatkan kerinduan cintaku
padamu
Jadikan cintaku seperti matahari pagi
Yang mampu menembus mata hati cinta
Untuk berjalan bersama dalam cahaya
kehangatan cinta
Karena cinta tak harus saling memiliki
Terus memberi tanpa harus dibalas
Karena hanya dengan arti cinta seperti itu
Memungkinkan aku untuk terus
mencintaimu
Karena seperti itulah cinta yang abadi
Cintaku dalam diam yang tak bertepi
Cinta itu sederhana tapi luar biasa
Tak perlu sempurna untuk mencintai dan
dicintai
Cinta dan aku menunggumu disini dengan
setia
Genggamlah tanganku sebelum aku
kelelahan menantimu
Cinta adalah rasa namun tak bisa d ungkap dengan kata tak mudah d tulis dengan pena tak bisa d lihat kehadiranya dan tak mudah d dengar tiap bisikanya karena cinta adalah tawa dan air mata..
Senin, 20 Oktober 2014
Selasa, 14 Oktober 2014
tak bisa berpaling darimu
Pernahkah kau mencariku
dalam sunyi, seperti aku yang
selalu menghawatirkanmu dalam
diam, pernakah kau rindu kan aku ,seperti aku yg slalu mencintamu tanpa mengharap sebuah balasan … “
” Dari tepian sunyi, aku
senantiasa berkeluh kesah
tentang debaran rindu dan pada
setiap akhirannya, selalu ada
do’a yang kutujukan untukmu,
Selamat Malam syairku… “
” Aku ingin pulang! tapi aku tersesat di jalan
yang berulang, jalan dimana
selalu menuju hatimu… “
” tak tahukah kamu,jika aku yang selalu
menceritakanmu dalam syair
puisiku… “
''tak sadarkah kamu jika kamu yang selalu menjadi alasanku mengapa aku masih merangkai untaian syair puisiku,karena kamu yang terindah dalam hidupku.''
harapan dalam keraguan
Malam............
Kelam............
Kau kembali padaku kini
Peluk dan selimuti aku dengan sepi yang
dingin
Menunggu mimpi
Ditemani nyanyian tanpa irama
Terkadang tangisan tanpa air mata
Senyuman yang tiada lagi bernyawa
Apakah engkau mengerti aku
Aku yang buta
Aku yang tuli
Aku yang bisu
Aku yang lumpuh
Mungkinkah engkau akan membawaku
Bila aku merangkak
Walau sesat jalanku
Berikanlah aku satu keyakinan
Jika esok aku masih melihat mentari
Tapi aku kan tetap merangkak
Meski di sekitarku telah berlari kencang
Satu yang ingin aku pastikan nanti
Apakah masih kutemui Tetes embun yang di terpa mentari di esok hari
kemanakah bahagia itu pergi
Senja menghilang saat ia masih ingin kupandang begitu juga bintang yg seakan egan temani aku d kala risau dan bimbang datang
hanya sendiri,masih sendiri dan mungkin akan terus sendiri d sini
D altar mimpi yg teramat suyi bersama segelintir mimpi yg terkubur dalam jutaan kerisauan hati
Rapuh aku memang telah begitu rapuh namun tak ada daya untuk aku mengeluh hanya dapat diam dalam hari yg kelam hanya membisu meski hati telah memar membiru
Dimana dirimu balada senja yg dulu slalu buatku tertawa
Dimana kau berada dawai mimpi yg dulu selalu iringi aku bernyanyi
Dinanakah kini guratan senja yg merah merona yg dulu pernah buatku bahagia
dalamsepi
malam ini Tiada bintang dan bulan hiasi angkasa
tinggi,
Hening malam temani Aku melang kah keperebahan alam mimpi,....
Anganpun tak tau harus kemana,
Tak tau arah tuk melangkah,
Hanya kertas dan pena sebagai teman sejati,
Tuk arungi malam yang sunyi ini,...
Malam pun semakin larut,
Tak juga ku dapatkan cahayanya,
Bintang-bintang semakin jauh disana,
Bersembunyi di balik awan nan hitam,....
Sendiri aku disini,
Semakin ku rasakan heningnya malam ini,
Makin dalam kesunyian ini,
Tetes embun pun terdengar nyaring di
kekosongan hati,...
Bersama nyanyian2 penghuni malam,
Temani sepiku hingga ku terjaga dalam tidurku
Langganan:
Postingan (Atom)