Senin, 20 Oktober 2014

masih menunggu

Cintaku yang masih menunggu Biarlah kupeluk cintamu sampai pagi menanti Hari ini matahari bersinar dengan hangatnya Menghangatkan kerinduan cintaku padamu Jadikan cintaku seperti matahari pagi Yang mampu menembus mata hati cinta Untuk berjalan bersama dalam cahaya kehangatan cinta Karena cinta tak harus saling memiliki Terus memberi tanpa harus dibalas Karena hanya dengan arti cinta seperti itu Memungkinkan aku untuk terus mencintaimu Karena seperti itulah cinta yang abadi Cintaku dalam diam yang tak bertepi Cinta itu sederhana tapi luar biasa Tak perlu sempurna untuk mencintai dan dicintai Cinta dan aku menunggumu disini dengan setia Genggamlah tanganku sebelum aku kelelahan menantimu

Selasa, 14 Oktober 2014

tak bisa berpaling darimu

Pernahkah kau mencariku dalam sunyi, seperti aku yang selalu menghawatirkanmu dalam diam, pernakah kau rindu kan aku ,seperti aku yg slalu mencintamu tanpa mengharap sebuah balasan … “ ” Dari tepian sunyi, aku senantiasa berkeluh kesah tentang debaran rindu dan pada setiap akhirannya, selalu ada do’a yang kutujukan untukmu, Selamat Malam syairku… “ ” Aku ingin pulang! tapi aku tersesat di jalan yang berulang, jalan dimana selalu menuju hatimu… “ ” tak tahukah kamu,jika aku yang selalu menceritakanmu dalam syair puisiku… “ ''tak sadarkah kamu jika kamu yang selalu menjadi alasanku mengapa aku masih merangkai untaian syair puisiku,karena kamu yang terindah dalam hidupku.''

harapan dalam keraguan

Malam............ Kelam............ Kau kembali padaku kini Peluk dan selimuti aku dengan sepi yang dingin Menunggu mimpi Ditemani nyanyian tanpa irama Terkadang tangisan tanpa air mata Senyuman yang tiada lagi bernyawa Apakah engkau mengerti aku Aku yang buta Aku yang tuli Aku yang bisu Aku yang lumpuh Mungkinkah engkau akan membawaku Bila aku merangkak Walau sesat jalanku Berikanlah aku satu keyakinan Jika esok aku masih melihat mentari Tapi aku kan tetap merangkak Meski di sekitarku telah berlari kencang Satu yang ingin aku pastikan nanti Apakah masih kutemui Tetes embun yang di terpa mentari di esok hari

kemanakah bahagia itu pergi

Senja menghilang saat ia masih ingin kupandang begitu juga bintang yg seakan egan temani aku d kala risau dan bimbang datang hanya sendiri,masih sendiri dan mungkin akan terus sendiri d sini D altar mimpi yg teramat suyi bersama segelintir mimpi yg terkubur dalam jutaan kerisauan hati Rapuh aku memang telah begitu rapuh namun tak ada daya untuk aku mengeluh hanya dapat diam dalam hari yg kelam hanya membisu meski hati telah memar membiru Dimana dirimu balada senja yg dulu slalu buatku tertawa Dimana kau berada dawai mimpi yg dulu selalu iringi aku bernyanyi Dinanakah kini guratan senja yg merah merona yg dulu pernah buatku bahagia

dalamsepi

malam ini Tiada bintang dan bulan hiasi angkasa tinggi, Hening malam temani Aku melang kah keperebahan alam mimpi,.... Anganpun tak tau harus kemana, Tak tau arah tuk melangkah, Hanya kertas dan pena sebagai teman sejati, Tuk arungi malam yang sunyi ini,... Malam pun semakin larut, Tak juga ku dapatkan cahayanya, Bintang-bintang semakin jauh disana, Bersembunyi di balik awan nan hitam,.... Sendiri aku disini, Semakin ku rasakan heningnya malam ini, Makin dalam kesunyian ini, Tetes embun pun terdengar nyaring di kekosongan hati,... Bersama nyanyian2 penghuni malam, Temani sepiku hingga ku terjaga dalam tidurku